Takut Arung Jeram Karena Tak Bisa Berenang? Tenang, Ini Tips Rafting yang Aman

Arung jeram atau rafting kini menjadi salah satu alternatif berwisata selain mengunjungi obyek wisata pada umumnya.
Namun, tidak semua orang berani menjajal wisata ekstrim ini. Kebanyakan orang takut hanyut karena tidak bisa berenang dan kekhawatiran lainnya.
ranselreot.wordpress.com
Padahal, jika arung jeram yang dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ditetapkan, arung jeram bisa menjadi wisata yang sangat menyenangkan.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum wisatawan terjun menyusuri sungai, seperti mengenal jenis, karakter, dan grade (tingkat jeram) sungai itu sendiri. Miki menyebutkan, di wilayah Magelang ada dua sungai yang sering menjadi lokasi wisata arung jeram, yakni Sungai Elo serta Sungai Progo Atas dan Bawah.
Sungai Progo bagian atas, masuk grade 3 dan Kali Elo grade 2 sehingga masuk kategori aman untuk pemula dan anak-anak divatas delapan tahun, bahkan bagi yang tidak bisa berenang sekalipun. 
Sedangkan, sungai Progo bagian bawah termasuk grade tinggi antara 4 sampai 5, artinya sungai tersebut memiliki arus sungai kuat dan memiliki jeram yang tergolong ekstrim. Arung jeram di sungai ini wajib dilakukan oleh orang yang profesional.
Selanjutnya, wisatawan juga harus memperhatikan cuaca dan debit arus sungai. Jika cuaca hujan yang mengakibatkan debit air sungai melampaui batas aman maka wisatawan tidak diperkenankan untuk arung jeram. Pun, ketika kemarau, debit air sangat kecil sehingga banyak bebatuan yang dimungkinkan membahayakan wisatawan.
Baik wisatawan maupun pemandu harus memakai perlengkapan pengaman yang memadai, mulai dari pemakaian pelampung, helm, dayung, dan perahu karet yang berkualitas.
Hal lain yang harus diperhatikan, adalah kredibilitas operator dan pemandu arung jeram. Miki menjelaskan, pemandu yang kredibel adalah pemandu yang menguasai teknik arung jeram serta berpengalaman. Termasuk kemampuan memberi pertolongan (rescue).
Bagi anda yang ingin melakukan kegiatan rafting bersama Madani Outbound bisa hubungi  085226668920 (kang adipras ) atau berkunjung ke website www.outboundsemarang.com

Inilah Tips Rafting untuk Pemula

Banyak orang yang enggan melakukan arung jeram atau rafting dengan alasan tidak bisa berenang ataupun merasa tidak mahir berenang. Padahal, tidak bisa berenang pun tidak masalah, Anda bisa tetap ikut merasakan betapa serunya rafting.

Namun risiko saat berarung jeram tentu ada. Apalagi arung jeram merupakan sebuah olahraga yang menantang dan memicu adrenalin. Jika Anda pemula saat berarung jeram, Anda perlu mengikuti tips-tips berikut.

Inilah Tips Rafting untuk Pemula

Kondisi tubuh. Sebaiknya peserta arung jeram dalam kondisi berbadan sehat. Tidak masalah jika Anda tidak bisa berenang, namun sebaiknya utarakan kepada pemandu bahwa Anda tidak bisa berenang. Untuk usia peserta, kebijakan setiap operator berbeda-beda karena tergantung kondisi sungai dan tingkat kesulitan pengarungan. Di Arus Liar, anak-anak mulai dari usia 6 tahun bisa menjadi peserta arung jeram.

Pakaian. Sebaiknya kenakan celana pendek dan kaus katun yang nyaman. Agar nyaman, kenakan sandal sebagai alas kaki. Sebaiknya gunakan sandal gunung daripada mengenakan sandal jepit.

Perlengkapan. Gunakan helm pelindung dan jaket pelampung (life jacket). Pilih jaket sesuai ukuran tubuh Anda. Cari jaket yang pas di badan, tidak kesempitan maupun terlalu longgar. Jaket pelampung tersedia dalam beberapa ukuran dan bisa diatur.

Pilih helm dengan ukuran pas di kepala. Helm tersedia dalam beberapa ukuran. Cara memastikan helm yang pas adalah tali tidak menyeberang dagu, melainkan berada di bawah dagu. Tetapi jangan sampai tali terlalu sempit hingga menyakiti dagu Anda.

Pemanasan. Tak ada salahnya Anda melakukan sedikit pemanasan sebelum melakukan arung jeram. Di beberapa operator arung jeram, hal ini seringkali jarang dilakukan. Namun tetap saja, arung jeram adalah olahraga. Jika pemanasan kurang, bisa-bisa di tengah mengayuh dayung, tangan Anda kram.

Posisi duduk. Duduklah di tepi perahu karet. Jangan di tengah ataupun di dasar perahu karet. Hal ini untuk memudahkan Anda menyeimbangkan tubuh. Ikuti instruksi di mana sebaiknya Anda duduk. Kadang posisi duduk diatur sesuai dengan berat badan peserta.

Anda bisa memilih duduk di sisi kiri atau sisi kanan. Ingatlah posisi duduk Anda karena berhubungan dengan cara mengayuh dayung dan instruksi saat mengayuh. Lalu jepit kaki di bagian dasar perahu. Ada kantung khusus untuk meletakkan kaki agar Anda tak mudah terjengkang.

Dayung. Anda harus memperhatikan dengan benar cara membawa dan menggunakan dayung. Walau tampak hanya sebilah papan, salah-salah Anda bisa melukai diri sendiri maupun orang lain saat mendayung. Jika Anda duduk di sebelah kanan, genggam ujung dayung berbentuk “T” dengan telapak tangan kanan. Sementara tangan sebelah kiri menggenggam tengah-tengah tongkat dayung.

Mengayuh. Sebelum memulai arung jeram, instruktur biasanya akan mengajarkan terlebih dahulu berbagai aba-aba. Di antaranya adalah instruksi “Maju” dan “Mundur”. Instruksi “Maju” yaitu dayung dikayuh ke arah dalam untuk membuat perahu maju. Sebaliknya dari arah dalam ke luar akan membuat perahu mundur dan diinstruksikan dengan aba-aba “Mundur”.

Untuk aba-aba mengayuh biasanya ada tambahan intruksi berupa “Kanan” dan “Kiri”. Hal ini untuk menunjuk ke orang yang bertugas mengayuh. Jadi, instruksi yang biasa diucapkan berupa “Kanan Maju, Kiri Mundur” atau “Kanan Mundur, Kiri Maju”. Kedua instruksi ini untuk membantu pemandu dalam membelokkan perahu ke kanan atau ke kiri.

Jadi misalnya “Kanan Maju, Kiri Mundur”, maka orang yang duduk di sebelah kanan segera mengayuh maju dayungnya, sementara orang yang duduk di kiri serentak mengayuh dayung mundur. Sebaliknya, instruksi “Kanan Mundur, Kiri Maju” maka orang yang duduk di kiri mengayuh dayung maju dan orang yang di sebelah kanan mendayung ke arah mundur.

Selain itu, terdapat pula aba-aba “Stop”. Jika Anda mendengar instruksi ini, maka angkat dayung Anda atau berhenti mengayuh dayung. Ada pula instruksi “Pindah Kanan” dan “Pindah Kiri”. Bila terdengar “Pindah Kanan”, maka orang di sebelah kiri segera pindah ke sisi kanan perahu, sementara orang di sebelah kanan tetap di posisinya. Begitu sebaliknya, jika terdengar instruksi “Pindah Kiri”.

Jika Anda mendengar instruksi “Boom”, maka instruksi ini dimaksudkan untuk menghindari jeram. Peserta segera mengangkat dayung dan badan merunduk ke dalam perahu, serta berpegangan pada perahu. Hal ini agar menjaga keseimbangan badan agar tidak terlempar ke sungai.

Saat terjatuh. Bila Anda terlempar ke sungai, tetaplah tenang dan jangan panik. Namun, cara berenangnya tidak seperti berenang di kolam renang. Arahkan tubuh Anda menghadap ke atas atau bawa tubuh menjadi terlentang, seakan sedang berbaring di atas air.

Lalu arahkan tubuh sesuai arus sungai, jangan melawan arus atau membelakangi arus. Angkat kaki tinggi dan menghadap ke depan atau ke arah hilir sungai. Hal ini agar Anda mengetahui jika ada batu di depan Anda dan bisa menahannya dengan kaki.

Jika Anda terlempar cukup jauh, biasanya pemandu akan melempar tali sepanjang 20 meter. Peserta bisa menyambar tali tersebut dan akan ditarik menuju perahu.

Perahu terbalik. Kadang saat arus deras atau memang disengaja, perahu akan terbalik. Di beberapa kejadian, peserta akan berada di dalam perahu yang terbalik. Suasana yang seketika gelap kadang membuat panik. Jika hal ini terjadi, tetaplah tenang.

Walau perahu terbalik, di perahu terdapat celah udara. Cobalah keluar dari balik perahu dengan cara menyelam. Namun sebenarnya di dalam perahu pun tetap aman. Hanya saja sebaiknya berusaha keluar agar tidak terkena batu.

Untuk anda yang berniat untuk mengarungi sungai bersama Jasa Outbound Semarang bisa kontak 085226668920 jasa pembuatan wahana flying fox (kang adipras ) atau berkunjung ke website www.outboundsemarang.com

 (Kompas.com)

Arung Jeram di Sungai Progo dan Sungai Elo

Selain terkenal dengan Wisata candi, Magelang juga terkenal dengan wisata arung jeram. Arung jeram sendiri dapat menjadi pilihan wisata yang tepat untuk mengisi liburan, atau untuk mengetes seberapa besar keberanian anda dalam hal mengarumi sungai. Tentu dengan berbekal informasi yang cukup dan pemilihan trip yang disesuaikan dengan kemampuan.
Terdapat dua sungai yang bisa menjadi alternatif pilihan dalam wisata Arung Jeram di daerah Magelang ini. Sungai Progo dan sungai Elo, masing-masing sungai dengan rutenya mempunyai karakter tingkat tantangan yang berbeda. 
Ada beberapa tingkatan kesulitan tantangan yang bisa menjadi pilihan trip bagi wisatawan arung jeram, tingkat pemula atau kelas wisata, medium, dan tingkat expert atau kelas petualang. Tingkat pemula dapat dinikmati wisatawan yang tidak dapat berenang sekalipun, tidak memiliki pengalaman arung jeram sebelumnya atau anak-anak usia 8 tahun ke atas. Tingkat expert dibutuhkan skill khusus baik kemampuan berenang maupun self rescue dan telah mempunyai pengalaman berarung jeram sebelumnya.
Beberapa Jalur lintasan Arung Jeram di daerah Magelang yang dapat dijadikan objek wisata air:
A. Arung Jeram Kali Progo
Terdapat 3 rute Trip arung jeram di sungai Progo yang lazim di arungi. berikut urut berdasar tingkat kesulitan tantangannya;
Progo Atas (Pemula / kelas wisata) Trip ini mempunyai fasilitas paling lengkap, karena strating point dimulai di bantaran kali progo yang terletak di halaman belakang Hotel Puri asri (Basecamp PROGO RAFTING) berbatasan langsung dengan sungai Progo. Alokasi waktu dan mobilisasi peserta arung jerampun lebih mudah dan sederhana daripada trip yang lain. Telah ratusan ribu wisatawan menyusuri sungai Progo sepanjang 9 km dengan durasi waktu tempuh 2 jam ini. Jalur ini mempunyai tingkat kesulitan yang aman untuk pemula dan salah satu favorite bagi penikmat olahraga arung jeram.
Progo Hulu (Medium) memakan waktu kurang-lebih 5 jam. Start dari Kandangan, Temanggung – Finish jembatan Payaman Magelang. Trip ini hanya dapat di lakukan pada musim hujan. Peserta yang tidak dapat berenang pun dapat melalui jalur ini dengan usia diatas 15 tahun. Pemandangan dataran tinggi dan khas hawa sejuknya adalah nikmat tersendiri selain sensasi petualangannya. Susunan bebatuan dengan gradient topografinya membentuk deretan jeram alami yang mengasyikkan namun tetap aman. Melewati dua DAM dengan ketinggian 3 dan 5 meter adalah ciri khas trip Progo Hulu ini.
Progo Bawah (Expert) Jalur Progo bawah ini untuk kalangan profesional atau telah berpengalaman. Jika anda pernah mendengar informasi tentang arung jeram di sungai progo berbahaya, tentu jalur lintasan Sungai Progo Bawah ini yang dimaksudkan. Start dari jembatan Klangon kabupaten Magelang dan finish di jembatan Dekso, Kulon Progo menempuh jarak 16 KM. Debit air pada rute ini cukup besar, karena alur sungai Progo telah tergabung dengan beberapa sungai cukup besar lain. Diantaranya, sungai Elo, sungai Pabelan, sungai kali Putih dan sungai Blongkeng. tingkat jeram yang extreme membutuhkan persiapan kemampuan rescue yang tinggi, sangat tidak direkomendasikan untuk pemula walaupun mampu berenang sekalipun.
B. Arung Jeram Kali Elo (Pemula)
Sungai Elo hampir dapat di kunjungi setiap musim. Trip ini cukup cocok untuk pemula, panjang pengarungan sejauh 10 – 11 km dengan waktu tempuh 2 – 2,5 jam.  Pemandangan sungai yang indah dan jeram-jeram yang mengasyikkan yang mampu menggoncang goncang perahu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk menghilangkan penat dari kebisingan kota.
Rekomendasi terbaik untuk arung jeram di daerah Magelang adalah pada jalur lintasan Progo Atas (dimusim Hujan) dan Trip Kali Elo (sepanjang musim).

Untuk anda yang berniat untuk mengarungi sungai bersama Jasa Outbound Semarang bisa kontak 085226668920 jasa pembuatan wahana flying fox (kang adipras ) atau berkunjung ke website www.outboundsemarang.com